Bedanya polisi dengan pencuri hanya satu strip
Acara : News;
polda-jatimSurabaya, 20 Juli 2009
Hadir mewakili Kapolda dalam acara pengajian akbar yang diselenggarakan Majlis tafsir Al-qur’an (MTA) dalam rangka peresmian MTA Cabang Sambikerep perwakilan Surabaya adalah AKBP Djauhari Hamid, SH, MHum yang sekaligus berkenan meresmikan MTA Cabang Sambikerep dengan secara simbolis membuka selubung papan nama MTA Sambikerep. Pada kesempatan tersebut beliau secara panjang dan gamblang memberikan tausyiah sebagai acara inti pengajian akbar. Sebagai seorang Polisi tentu apa yang beliau sampaikan tidak jauh dari masalah kepolisian, hanya saja penyampaiannya tidak layaknya sebagai polisi tetapi justru lebih pas sebagai seorang ustadz atau kyai.
Mewakili Kapolda Jawa Timur AKBP Djauhari Hamid ,SH Mhum memberikan tausyiahnya kepada seluruh warga yang hadir tentang kepolisian terutama Polisi di daerah Jawa Timur. Beliau sampaikan bahwa baru kali ini ada seorang Kapolda yang juga sebagai seorang ustadz atau kyai, karena itu beliau berujar, “Kapolda yang satu ini selain sebagai komandan saya juga sebagai kyai saya”. Secara panjang lebar beliau katakan bahwa Polisi di Jawa Timur saat ini pintar-pintar mengaji atau baca Al-qur’an, karena itu bagi yang mau mengambil menantu tidak usah ragu lagi kalau-kalau Polisi tidak bisa baca Al-qur’an. Setiap kesempatan Apel selalu diisi dengan kegiatan-kegiatan pengajian seperti membaca Al-qur’an atau menghafal asmaul-husna. Mudah-mudahan dengan kegiatan tersebut dapat mempertebal iman anggota Polisi, beliau katakan, “Bedanya Polisi dengan pencuri hanya satu strip yaitu Iman, Polisi yang tidak punya Iman maka dia bisa jadi pencuri sedangkan pencuri yang punya iman, maka dia bisa jadi Polisi.”
